Sabtu, 12 Agustus 2017

Ubun ubun bayi berdenyut,, apa gerangan

Normalkah Ubun-Ubun Bayi Berdenyut?

Pada awal menjadi ibu baru memang seringkali membuat kebingungan, mengamati kondisi bayi yang baru lahir yang seringkali membuat anda panik. Kepanikan yang anda alami dikarenakan anda tidak begitu paham dengan ciri-ciri kondisi normal atau abnormal yang terjadi pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi memiliki kondisi yang berbeda akan tetapi yang perlu anda ketahui bahwa beberapa kondisi tersebut tidak mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan yang abnormal. Salah satu yang membuat ibu panik adalah ketika melihat kondisi ubun-ubun bayi yang berdenyut, mungkinkah ini kondisi normal yang terjadi pada bayi?

Ubun-ubun yang berdenyut pada bayi seringkali dikhawatirkan oleh orang tua. Untuk mendapatkan penjelasannya berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membantu anda mendapatkan informasi mengenai ubun-ubun bayi yang berdenyut. Perlu anda ketahui bahwa kepala bayi dibentuk oleh lempengan tulang. Tulang yang membentuk kepala bayi terdiri dari satu bagian tulang belakang, dua tulang pada bagian kanan dan kiri dan dua tulang di bagian depan. Pada bayi yang baru lahir tulang belum terhubung dengan sempurna sehingga terdapat celah diantaranya. Dengan kata lain dua celah yang terjadi pada bayi yang dikenal dengan sebutan ubun-ubun.

Ubun-ubun atau dalam istilah kedoteran dikenal dengan istilah fontanela merupakan bagian kecil dari kepala bayi, tampak sangat lunak, padahal ubun-ubun tak selunak yang dibayangkan karena dilapisi membran yang kuat. Ubun-ubun atau fontanental memiliki fungsi untuk melindungi bayi pada saat persalinan sehingga mengetahui besar tekanan pada otak bayi. ( Baca juga: Nama Bayi Perempuan Islami )

Ubun-ubun berdenyut dikarenakan belum menutup, umumnya menutup kembali pada bayi berusia 9 bulan dan sebagian besar bayi menutup pada usia ubun-ubun 18 bulan. Anda tidak perlu khawatir apabila pada usia anak anda dibawah 20 bulan ubun ubun masih berdenyut, akan tetapi pada usia bayi anda lebih dari 29 bulan ubun -ubun masih berdenyut atau belum menutup maka anda harus cermati, untuk pencegahan dini kelainan yang terjadi seperti sindroma down, hidrosefalus (pembesaran tengkorak kepala) atau hipotiroidisme .

Meskipun pada dasarnya ubun-ubun bayi berdenyut akan tetapi anda harus mengenali perubahan bentuk yang terjadi apabila bayi anda mengalami hal dibawah ini :

-Apabila sampai terjadi perubahan pada bentuk dan kulit sehingga terlihat cembung yang menandakan adanya tekanan pada otak bayi yang tinggi. Suhu kepala tinggi dan tekanan yang tinggi.
-Ubun-ubun terlihat cekung yang menandakan adanya perubahan yang harus diwaspadai yaitu bayi yang mengalami dehidrasi, dapat disebabkan perubahan seperti diare atau muntah-muntah.
-Ubun-ubun yang terlalu cepat menutup. Normalnya  ubun-ubun besar (anterior) akan menutup ketika anak anda berumur 1,5 tahun dan ubun-ubun kecil dibelakang akan menutup pada usia bayi 5 bulan. Percepatan menutup ubun-ubun dapat menjadi tanda kadar kalsium yang tinggi.

Untuk mendapatkan informasi lanjut maka anda dapat berkonsultasi dengan tenaga medis. Tak selalu bentuk cekung atau cembung harus diwaspadai, perubahan hanyalah tanda. Sehingga anda dapat langsung berkonsultasi untuk mendapatkan penanganan tepat dari ahli medis sesuai dengan kondisi bayi anda. Adakalanya ubun-ubun cekung dan cembung terjadi karena bayi menangis dikarenakan pencembungan bentuk ubun-ubun dikarenakan tekanan pada otak bayi yang tinggi.

Resep ...MP ASI

Resep MPASI 6 Bulan – Secara umum ibu memberikan ASI eksklusif selama kurang lebih 6 bulan pada bayi, setelah lebih dari 6 bulan, ibu bisa memberikan makanan pendamping ASI atau yang mungkin lebih sering kita sebut dengan MPASI. Namun dalam pembuatan MPASI ini juga tidak boleh sembarangan,


Menu makanan yang baik untuk bayi adalah makanan yang kita buat sendiri dirumah, karena makanan yang kita buat sendiri tentunya akan lebih terjaga untuk masalah kebersihannya. Selain itu, juga bisa kita pastikan jika tidak ada tambahan bahan pengawet makanan. Nah, untuk anda yang saat ini sedang mencari menu MPASI bayi 6 bulan pertama, silahkan simak uraian dibawah ini.

1.Resep MPASI 6 Bulan dengan menu Bubur Susu

MPASI bubur Susu Untuk Bayi 6 Bulan

Bahan-bahan

10 gram tepung sagu/tepung maizena/tepung kacang hijau/tepung beras. Tapi jangan menggunakan tepung teriguASI secukupnya

Cara Membuat MPASI Bubur Susu

Masak tepung dengan menggunakan tambahan sedikit air, lalu tuang kedalam mangkuk dan aduk bersama dengan ASI.

2. Resep MPASI 6 bayi Bulan dengan bahan Beras Merah

Resep MPASI 6 bayi 6 bulan dengan bubur beras merah

Bahan-bahan

Beras merah secukupnyaASI secukupnya

Cara Membuat MPASI bubur beras merah

Masak beras meras hingga menjadi bubur, lalu saring dan campur dengan ASI. Dan aduk hingga rata


3. Resep MPASI 6 Bulan Puree Bayam Labu Kuning

Resep puree bayam labu kuning

Bahan-bahan

50 gram daging ayam, cuci hingga bersih dan potong kecil50 gram labu kuning, cucui hingga bersih, potong kecil25 gram bayam, cuci hingga bersihASI secukupnya

Cara membuat

Masukkan labu kuning dan juga ayam, lalu rebus hingga matang.Kemudiam masukkan bayam kedalam rebusan air hingga lunak, angkat dan tiriskan.Haluskan bahan yang sudah matang dan haluskan, kemudian tambahkan ASI.

4. Resep MPASI 6 Bulan Puree Kacang Hijau

Bubur kacang hijau

Bahan-bahan

2 sendok makan kacang hijauASI secukupnya

Cara membuat MPASI dengan bahan Kacang Hijau

Rebus kacang hijau hingga lunak atau empuk, kemudian saring bubur kacang hijau dan campurkan dengan ASI

6. Resep MPASI 6 Bulan Puree Kentang

Cara membuat puree kentang

Bahan-bahan

3 buah kentang, kupas dan cuci hingga bersihASI secukupnya

Cara membuat

Kukus kentang hingga lunak, lalu haluskan dengan menggunakan sendok atau garpu. Kemudian tambahkan ASI

7. Resep MPASI 6 Bulan Puree Pisang Pepaya

Puree Pisang Pepaya

Bahan-bahan

50 gram pisang ambon, kupas dan potong25 gram pepaya matang, kupas dan potongASI secukupnya atau bisa diganti dengan jus jeruk manis



8. Cara membuat MPASI dari buah pepaya

Puree pepaya

Haluskan pisang dan juga pepaya hingga lembut. Tuang kedalam mangkuk lalu tambahkan ASI. Aduk hingga rata.

9. Resep MPASI 6 Bulan Puree Apel

Pure apel

Bahan-bahan

50 gram apel, ambil dagingnya dan cuci hingga bersihASI secukupnya

Cara membuat MPASI dari buah Apel

Kukus daging apel hingga lunak. Lalu blender bersama dengan ASI. Dan terakhir saring pure ini sebelum diberikan pada bayi.

10. Resep MPASI 6 Bulan berbahan Avokad

Puree Avocado

Bahan-bahan

50 gram avokad, cuci bersih dan potongASI secukupnya

Cara membuat MPASI berbahan Avokad

Haluskan Avokad hingga lembut tanpa menggunakan tambahan air, lalu tuangkan kedalam mangkuk dan campur dengan ASI. Aduk hingga rata.

11. Resep MPASI 6 Bulan Alami dari Ubi Jalar

Bubur ubi Jalar

Bahan-bahan

1 buah ubi ungu atau ubi jalar2 buah wortelASI secukpnya

Cara membuat MPASI dari Ubi Jalar

Kupas dan cuci ubi jalar. Cuci wortel dan rendam dengan menggunakan garam sebentar. Rebus ubi dan juga wortel. Blender hingga halus dan saring. Tuangkan kedalam mangkuk dan tambahkan ASI.

Nah, itulah beberapa resep MPASI 6 bulan pertama yang mungkin bisa menjadi refrensi untuk bunda-bunda dirumah. Pastikan si kecil anda mendapatkan gizi yang seimbang ya bunda. Semoga bermanfaat.


Larangan bayi baru lahir

Cermati Beberapa Larangan Pada Bayi Baru Lahir!

Nah, dibawah ini kita akan kenali hal apa saja yang tidak boeh dilakukan pada bayi baru lahir sebagai larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh orangtuanya dalam menjaga dan mengurus si buah hati. Apa saja hal tersebut? Mari kita simak dibawah ini.

1. Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari Langsung

Tidak sedikit orangtua yang memiliki bayi baru lahir menganggap bahwa menjemur bayi adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan. Dan ironisnya, tidak ada aturan khusus yang mereka perhatikan pada saat menjemur buah hati mereka yang masih begitu kecil dengan meletakkanya diatas meja dan ditempatkan dibawah paparan sinar matahari secara langsung.

Hal ini apalagi seringkali dilakukan oleh orangtua yang memiliki bayi kuning (hiperbilirubin), mereka akan cenderung menjadikan kegiatan menjemur bayi menjadi prioritas yang harus dilakukan dengan segera karena khawatir kondisi kuning pada bayi akan terus berlangsung lama.

Memang dianjurkan untuk menjemur bayi dibawah sinar matahari pagi. Akan tetapi perhatikan dengan seksama, bukan berarti anda harus menjemur si bayi langsung dibawah sorotan sinar matahari yang akan membuat mereka kepanasan.

Terkena biasa cahayanya saja sudah cukup untuk membuat bayi terjemur dengan paparan sinarnya. Seperti misalkan dengan menempatkan bayi diteras rumah. Pun, waktu menjemur bayi tidak usah dilakukan berlama-lama sampai bayi benar-benar kering dari air mandinya. Cukup lakukan selama kurang lebih 10-15 menit diantara jam 7-8 pagi.

2. Mengkonsumsi Air Putih

Banyak ibu yang kurang mengindahkan larangan untuk tidak memberikan jenis makanan atau minuman lain pada bayi mereka sebelum usianya 6 bulan. Mereka menganggap bahwa pemberian air putih adalah hal yang wajar dan dianggap sebagai hal yang biasa. Akan tetapi, perhatikan kembali hal yang dibutuhkan bayi sebelum usianya menginjak 6 bulan adalah ASI dari ibunya. Dan ini pun sudah cukup.

Jangan sesekali menenggakan air putih pada si bayi atau memberikannya dalam sendok hanya karena anda penasaran ingin memberikan 'sesuatu' pada bayi anda. Usianya yang masih begitu kecil membuat bayi tidak membutuhkan makanan apapun termasuk air putih. Hal ini dikarenakan air putih bukanlah minuman nutritive. Organ tubuh pada si bayi pun belum siap menerima asupan, bahkan dari air putih sekalipun. Untuk itu, sebaiknya jangan lakukan hal ini untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya yang baik.

3. Mengenakan Sarung Tangan dan Kaki Sepanjang Hari

Tidak sedikit ibu yang akan dengan senang hati mengenakan sarungan tangan dan kaki pada buah hati mereka yang baru lahir. Bukan lagi sebagai alasan keselamatan agar kulit bayi tak tergores dengan kuku-kukunya. Saat itu, rasanya kegunaan sarung tangan dan kaki sudah bukan lagi untuk hal tersebut, melainkan untuk aksesoris yang membuat bayi mereka terlihat lebih menggemaskan.

Penggunaan sarung tangan dan kaki pada bayi memang diperbolehkan. Akan tetapi, bila terus-terusan digunakan, maka si kecil tidak akan mampu mengembangkan kemampuan jari dan tangannya dengan baik. Selain itu, ruang eksplorasi yang melibatkan tangan dan kaki akan menjadi terbatas.

Untuk itu, sebaiknya jangan kenakan sarungan tangan dan kaki sepanjang hari. Cukup kenakan perlengakapan ini dibeberapa momen tertentu seperti saat dingin atau ibu belum siap memotong kuku-kukunya.

4. Menggunakan Popok Terus Menerus

Penggunaan diaper atau popok yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama, akan dapat mengakibatkan bayi mengalami ruam dibagian selangkangannya. Kondisi ini tentu akan membuat bayi merasa tidak nyaman, sebab perasaa gatal dan perih akan mungkin dialami oleh si bayi. Untuk itu, sebaiknya gunakan popok secara bergantian dan tidak terlalu lama.

Pada saat dirumah, sebaiknya gunakan popok kain yang lebih lembut dan lebih nyaman. Selain itu, bila anda terpaksa mengenakan diaper untuk si kecil sebaiknya setiap 4 jam sekali wajib diganti.

5. Membalurkan Minyak Penghangat

Ini adalah salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh banyak orangtua. Selain itu, memberikan bayi mereka minyak penghangat seolah telah menjadi budaya untuk sebagian besar ibu di Indonesia.

Perlu diingat, kondisi kulit bayi baru lahir masih begitu sensitif, pemakaian minyak penghangat pada kulit bayi dikhawatirkan akan membuat kulitnya menjadi teriritasi. Untuk itu, sebaiknya tunda terlebih dahulu memberikan minyak penghangat seperti minyak telon untuk si buah hati sampai usianya cukup.

tahapan MP ASI

Tahapan pengenalan MPASI berdasarkan kebutuhan gizi sikecil;

USIA KANDUNGAN GIZI
6m – 6m14day ·         Kenalkan bubur dan pure tunggal (dari satu jenis bahan). Kenalkan pada variasi sumber karbohidrat, sayuran dan buah. ·         Frekuensi makan 1-2 kali sehari

6m14day – 6m21day ·         Usia ini sudah boleh mencampur semua sumber gizi. Kenalkan pada aneka protein hewani, protein nabati, dan lemak tambahan. Berikan sumber gizi tersebut bersama karbohidrat dan sayuran. ·         Frekuensi makan 2-3 kali sehari
·         Mulai berikan cemilan
6m21day – seterusnya Berikan sumber gizi seimbang dan variatif. Prinsip variasi keberagaman ini menjadi dasar atau panduan menyusun menu harian, untuk mudahnya mari kita sebut sebagai panduan 4 bintang yang harus memenuhi tiga fungsi makanan (disebut juga sebagai tri guna makanan : zat tenaga, zat pembentuk dan zat pengatur). Selalu sertakan 1 bahan makanan dari setiap kelompok jenis makanan (kelompok bintang) dalam menu harian MP-ASI dan makanan keluarga yang terdiri dari : ·         Sumber karbohidrat dikenal sebagai makanan pokok sumber penghasil energi (memenuhi fungsi zat tenaga).
·         Kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati dan mineral zat besi (memenuhi fungsi zat pengatur).
·         Sumber vitamin A dari sayuran dan buah (memenuhi fungsi zat pengatur).
·         Lengkapi dengan unsur penunjang yaitu sumber lemak tambahan untuk menambah kalori

Besarkan anak dengan Tauhid

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

"JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KETAUHIDAN, IA BELAJAR MENJADI HAMBA SEJATI DAN MENJADI RAHMAT BAGI SEMESTA INI"
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

PEMBERIAN MP ASI PADA BAYI USIA 6 BULA

Bayi sebaiknya hanya mengonsumsi ASI pada enam bulan pertama hidupnya. Setelah enam bulan, dia dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI atau disebut MPASI. Namun pemberian MPASI harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati.
Banyak orang memberikan makanan padat pada bayi bahkan saat bayi masih berusia kurang dari empat bulan. Padahal sebaiknya makanan padat mulai diberikan saat usia bayi telah mencapai enam bulan. Pada usia setengah tahun ke atas, makanan berperan sebagai pendamping ASI atau disebut MPASI.
MPASI, Alodokter

Apa Saja Tanda-tanda bahwa Bayi Sudah Siap Makan?

Sebaiknya hindari memberikan makanan padat atau minuman selain ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Pada usia ini, bayi lebih berisiko mengalami alergi, terutama pada makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti.Kapan bayi siap diperkenalkan kepada makanan? Pertumbuhan tiap bayi memang unik sehingga tidak dapat dibandingkan antara satu sama lain, namun terdapat ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI. Bayi Anda mungkin memiliki satu atau dua tanda-tanda berikut ini ketika berusia enam bulan:
  • Dia mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya.
  • Dia dapat duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepalanya telah tersangga oleh tubuh dengan baik.
  • Bayi Anda tertarik pada makanan yang sedang Anda konsumsi.
  • Dia dapat menelan makanan. Jika tidak, dia akan mengeluarkan makanan itu kembali ke luar dari mulut.
Namun ada kalanya orang tua terburu-buru dalam memberikan makanan pada bayi yang dikira menunjukkan tanda-tanda siap makan. Padahal suatu tanda dari bayi belum tentu dapat menjadi petunjuk bahwa dia lapar dan siap makan, misalnya hanya karena bayi sudah bisa memasukkan jarinya ke mulut atau ingin minum ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.

Membiasakan Bayi dengan MPASI

Meski sama-sama mengonsumsi makanan padat seperti orang dewasa, namun pemberian makanan pada bayi harus dilakukan secara berbeda. Berikut ini dapat menjadi panduan dalam memberikan MPASI kepada bayi.
  • Ajak si Kecil makan bersama-sama bersama keluarga di meja makan. Balita cenderung untuk meniru yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, sehingga nantinya dia akan mencoba mulai makan dengan tertib. Tempatkan bayi pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan sabuk pengamannya jika ada.
  • Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat, awali dengan memberikan sebanyak beberapa sendok teh makanan, sehari sekali. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari.
  • Pengenalan makanan pada bayi pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia memang belum tertarik pada saat ini, bukan berarti dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.
  • Untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri.
  • Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya.
  • Buat suasana makan menjadi menarik dan menyenangkan, misalnya dengan diiringi alunan musik atau menggunakan perlengkapan makan berwarna cerah.
  • Hindari menambahkan MSG atau penambah cita rasa, gula, maupun garam ke dalam makanannya. Semua bahan tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan dan membuat mereka menginginkan kadar yang lebih tinggi ketika berusia lebih dewasa.
  • Cobalah untuk merasakan dulu makanan yang akan disuapkan kepada si Kecil, terutama makanan panas, namun sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.
  • Bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.
  • Bersiaplah dengan kondisi saat makan karena bayi Anda akan antusias untuk mengaduk-aduk dan mengacaukannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting bagi perkembangannya. Anda bisa menyiapkan alas plastik untuk melapisi meja dan lantai di sekitar tempatnya makan.
  • Pakaikan celemek pada lehernya untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulut.
  • Sebaiknya gunakan perlengkapan makan yang tidak terbuat dari kaca sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.
  • Pada usia ini hindari menyuapinya saat dia sedang duduk di kursi goyang untuk mengurangi risiko tersedak.
Kebiasaan dan pola makan anak bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Berikan beragam jenis makanan sehat dan alami sehingga anak mendapat sebanyak mungkin manfaat sayur dan buah serta terbiasa menyantapnya.

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memberikan Makanan untuk Bayi        

Dalam memilih makanan, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia setahun:
  • Terlalu banyak jus dapat menyebabkan bayi mengalami diare. Jus juga memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih rendah dibanding buah yang dipotong atau dihaluskan. Jika terlalu lama berada dalam mulut, jus juga dapat menyebabkan lubang pada gigi.
  • Hindari memberikan susu sapi dan madu pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi dan justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sementara madu dapat menimbulkan botulisme.
  • Hindari memberikan biji-bijian dan makanan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak seperti popcorn, kacang, permen.
  • Hindari memberikan makanan cepat saji dan makanan kemasan pada bayi, termasuk bubur bayi yang banyak dijual di supermarket dalam bentuk bubuk. Jauh lebih baik untuk mengolah masakan sendiri dengan bahan segar tanpa tambahan pengawet dan bahan lain. Olahan makanan ini dapat disimpan dalam wadah-wadah sesuai porsi di lemari pendingin untuk kemudian dipanaskan saat akan dikonsumsi.
Seiring dengan konsumsi makanan, bayi menjadi lebih sedikit mengonsumsi ASI. Sekitar usia enam bulan, bayi umumnya mengonsumsi 800 mililiter susu. Namun pada usia satu tahun, konsumsi susunya turun menjadi sekitar  600 mililiter. Kebutuhan nutrisi selebihnya didapatkan dari makanan. Namun jangan berhenti memberikan ASI karena dia masih membutuhkannya hingga setidaknya usia dua tahun.

Beda Usia, Maka Beda Cara Makan dan Jenis Makanannya

Cara pemberian dan jenis MPASI pada tiap kelompok usia berbeda. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi patokan.
MPASI pada bayi 6 bulan
Apa yang sebaiknya diberikan sebagai makanan pendamping ASI? Sayur dan buah yang dihaluskan, seperti kentang, apel, pisang, avokad, atau melon. Anda juga dapat memberikan bubur atau nasi yang dihaluskan. Semua diberikan di samping pemberian ASI. Jika bayi sudah terbiasa dengan buah dan sayur, Anda dapat memberikan jenis makanan lain yang dihaluskan, misalnya daging ayam, ikan, roti, atau telur.
Anda dapat mencoba memperkenalkan cangkir khusus balita kepada anak untuk minum air. Pada cangkir tersebut biasanya terdapat corong kecil pada salah satu sisinya agar bayi dapat belajar menyesap. Sebaiknya botol tidak digunakan agar bayi tidak lupa kepada bentuk puting (menolak menyusu pada payudara ibunya dan lebih memilih minum dari botol) ketika menyusu.
MPASI pada usia bayi mulai 8-9 bulan
Umumnya pada masa ini, lama-kelamaan bayi akan mulai makan tiga kali sehari. Selain makanan yang dihaluskan, saat ini Anda bisa memperkenalkan makanan yang dipotong-potong halus atau memanjang satu-persatu dengan panjang menyerupai jari (finger foods). Sayuran yang biasa dijadikan finger foods yaitu wortel, buncis, dan kentang. Pastikan bayi Anda mengonsumsi berbagai jenis kelompok makanan mulai dari sayur dan buah, nasi, hingga makanan berprotein tinggi seperti ikan, telur, dan kacang. Di samping itu, tetap berikan ASI kapan saja bayi mau.
MPASI pada usia bayi mulai 12 bulan
Berikut ini adalah menu bisa diberikan saat bayi mencapai usia 1 tahun.
  • 3-4 porsi nasi, kentang, atau roti.
  • 3-4 porsi sayur dan buah potong.
  • 2 porsi ikan, telur, atau daging.
Hal penting dalam pemberian MPASI adalah menghindari memaksakan bayi menghabiskan makanannya. Selama perkembangannya baik, Anda tidak perlu khawatir dia kekurangan makanan. Pada usia ini, bayi akan makan jika dia lapar, bukan karena faktor kesenangan. Biarkan anak menentukan sendiri kapan dia ingin makan. Selain itu, periksakan kepada dokter jika bayi Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

NAMA KU ATHA

Atharva Nazmi Shaquille , itulah nama lengkapku. Q dipanggil Atha. Panjang banget ya namaku ini dan pastinya nyebutnya juga agak ribet ( hhhhhh ).
Kata ayah nama ku ini mempunyai arti.. teman teman pengen tahu ya. ( engga kepo khan )
ATHARVA ini bahasa Arab yang artinya adalah pemberian sang maha pemurah dan kalau NAZMI itu artinya bintang ( juga dalam bahasa Arab ) dan kalo SHAQUILLE itu artinya tampan atau rupawan... Kog susah sih nyebutnya... cara  nyebutnya SHAKEL.
Jadi arti namaku ini adalah anak lelaki tampan karunia Allah bagaikan bintang.    Aku diberi nama bintang karena aku khan lahirnya pada malam hari. dan kita tahu bahwa bintang itu terlihatnya hanya pada malam hari dan bintang itu selalu memberi cahaya di gelap gulitanya  malam. dan juga sang bintang itu mampu memberikan petunjuk dan arah...nah keren khan kalo namaku itu bintang atau NAZMI.